TLKM Sematkan 4 Pemenang Hackathon Merdeka 2.0
INILAHCOM, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) memutuskan empat pemenang dari hasil penjurian pada grand final Hackathon Merdeka 2.0.
Indra Utoyo, Direktur Innovation and Strategic Portfolio Telkom mengatakan, mereka pada kategori kependudukan adalah Kentongan; Kesehatan: Mobile Posyandu; Keamanan/ Kepolisian (Juara Bersama) : Ayo Jaga dan Lapori.
“Telkom mengambil inisiatif untuk mendukung acara Hackathon Merdeka 2.0 ini mengingat komitmen kami untuk menumbuhkan industri kreatif digital di Indonesia, apalagi tema Hackathon 2.0 kali ini yang fokus untuk memecahkan permasalahan bangsa melalui aplikasi kependudukan sangat perlu kita dukung bersama” demikian jelas Indra dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (16/11/2015).
Ia mengatakan, program ini diharapkan menjadi titik awal dimana masyarakat atau komunitas TI dapat berkontribusi lebih banyak untuk negeri sehingga semakin banyak talenta (ahli TI) di Indonesia yang peduli memecahkan permasalahan bangsa.
Acara ini merupakan bentuk sinergi yang baik antara Pemerintah, Komunitas TI dan industri Startup. Pemerintah menyatakan dukungannya untuk mengintegrasi aplikasi para pemenang dengan kementerian yang relevan.
Sebelumnya dengan dukungan Telkom yang menyediakan fasilitas serta infrastruktur di berbagai Digital Valley, Digital Lounge, Broadband Learning Center dan juga kantor-kantor Telkom yang tersebar diseluruh kota di Indonesia, acara Hackathon Merdeka 2.0 telah sukses diselenggarakan 28 kota, yaitu Bandung, Toba, Medan, Pekanbaru, Palembang, Belitung, Tangerang, Depok, Bogor, Bandung, Priangan Timur, Cirebon, Banyumas, Wonosobo, Semarang, Jogja, Surabaya, Malang, Pontianak, Balikpapan, Makassar, Mamuju, Manado, Denpasar, Sumbawa, Ambon, Jayapura, Sydney.
Telkom senantiasa berupaya menumbuhkan ekosistem pengembangan inovasi digital nasional secara koheren sebagai solusi atas berbagai masalah di Indonesia. Disamping juga mengembangkan ekosistem bisnis digital dan meningkatkan dinamika ekonomi nasional melalui pengembangan ekonomi kreatif.
Pengembangan bisnis digital dilakukan melalui pembinaan para pengusaha muda digital (startups) melalui pola inkubasi dan akselerasi. Pengembangan inovasi digital dilakukan di berbagai Digital Valley di Indonesia, salah satunya Jakarta Digital Valley (Jakdiva). [jin]
Read More : TLKM Sematkan 4 Pemenang Hackathon Merdeka 2.0.
0 komentar:
Posting Komentar