Angkasa Pura II Lamban, BIJB Lirik Investor Asing


INILAHCOM, Bandung - Investor dari tiga negara berminat untuk masuk pembanggunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka. Targetnya, groundbreaking Desember 2015.

"Untuk rencana joint venture dengan Angkasa Pura II, hingga saat ini, masih dalam proses. Anehnya, belum ada titik terang. Di sisi lain, banyak operator yang juga berminat, seperti dari Cina, Turki dan Jerman," kata Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra di Bandung, Minggu (15/11/2015).

Virda menuturkan, rencana joint venture dengan PT Angkasa Pura II (Persero), belum ada titik terang. Dalam hal ini, BIJB lebih memilih untuk melakukan lelang mitra strategis yang akan berlangsung pada Ferbruari 2016 mendatang.

"Lelang tersebut dapat diikuti operator dari dalam negeri maupun asing. Kami akan mengundang dan menentukan pemenang dari lelang mitra strategis, jadi biar ketahuan pihak yang serius sehingga bisa terus jalan," kata Virda.

Menurut Virda, berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan menyatakan bahwa operator asing boleh ikut dalam lelang. Dan, BIJB telah berkonsultasi dengan Kementerian Perhubungan.

Sesuai aturan yang berlaku, kata Virda, investor asing hanya boleh memiliki saham maksimum 49%. Dalam hal ini, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menginstruksikan agar saham asing diberikan alokasi minimal 40%. "Undang-undang memperbolehkan, kita juga sudah audiensi dengan Pak Menteri dan enggak ada masalah," kata Virda.

Virda mengatakan, dalam lelang tersebut, BIJB mencari mitra strategis selain PT Angkasa Pura II. Karena, pada awalnya BUMN tersebut mendapat opsi pertama dengan pertimbangan sharing market dari Bandara Husein Sastratnegara Bandung ke BIJB Majalengka.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, rencana joint venture antara PT BIJB dengan PT Angkasa Pura berujung kebuntuan meski PT BIJB sudah memberikan cukup waktu pertimbangan kepada AP II. "Kalau sekarang sudah habis, sudah beberapa kali diundur undur," kata Virda.

Sementara, Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, evaluasi demi mendorong percepatan pembangunan Bandara Kertajati dan nilai kebutuhan pembangunan tahap pertama mencapai Rp 1,8 triliun.

"Dan selain rencana jv (joint venture) dengan AP (Angkasa Pura) II yang masih berproses kami juga sedang mencari sejumlah alternatif pendanaan dengan mencari investor lainnya," kata Iwa. [tar]

#IgnasiusJonan #soekarnohatta #PTKAI #bandara #jakarta #pesawat #airport #Penerbangan #bandung  #PKS #Ekonomi  #Gerindra #jokowi #JKW4P #Prabowo #SBY



Read More : Angkasa Pura II Lamban, BIJB Lirik Investor Asing.



0 komentar:

Posting Komentar